Welcome to PROJECT ( SECREET )

Kamis, 15 Januari 2015

tugas AHP



Kriteria Yang Digunakan

Kriteria yang digunakan untuk pemilihan sekolah tinggi komputer menggunakan metode AHP yaitu : fasilitas, biaya dan kualitas untuk alternatif sekolah tinggi komputer A, B, C, D, E.

Pemodelan AHP Untuk Pemilihan Sekolah Tinggi Komputer

Pemodelan AHP untuk pemilihan sekolah tinggi komputer dapat dilihat pada gambar 1.1 sebagai berikut :


   

Gambar 1.1 Pemodelan AHP untuk pemilihan sekolah tinggi komputer


Pada gambar 1. 1 memiliki tiga level yaitu menunjukkan :

Level atas yaitu pemilihan sekolah tinggi komputer sebagai tujuan pada penelitian ini. Level tengah pada hirarki ini yaitu menunjukkan kriteria yaitu fasilitas, biaya dan kualitas sedangkan level paling bawah pada hirarki ini yaitu menunjukkan alternaatif pilihan sekolah tinggi komputer.


Skema Pemilihan Sekolah Tinggi Komputer

Skema atau bagan dalam pemilihan sekolah tinggi komputer dapat dilihat pada gambar

1.2sebagai berikut :








Gambar 1.2 Skema pemilihan sekolah tinggi komputer


Pada gambar 1.2 menunjukkan:

1.   Data calon mahasiswa yaitu biodata calon mahasiswa yang akan memilih sekolah tinggi komputer.

2.   Data kriteria yaitu nilai-nilai yang ada dikriteria fasilitas, biaya.

3.   Data alternatif yaitu sekolah tinggi yang akan dipilih misalnya A,B,C,D,E

4.   Metode AHP yaitu proses perhitungan manual menggunakan metode AHP sebelum diterapkan dalam aplikasi.

5.   Aplikasi AHP untuk pemodelan SPK pemilihansekolah tinggi komputer yaitu aplikasi yang dibangun oleh penulis berdasarkan metode AHP.

Bobot Perbandingan Berpasangan

Perbandingan berpasangan dilakukan berdasarkan aturan penilaian bobot kriteria pada tabel 1.1

berikut :

Tabel 1.1Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan

Tingkat Kepentingan
Definisi




1
Kedua elemen sangat penting




3
Elemen yang satu sedikit lebih penting dibanding elemen yang lain




5
Elemen yang satu esensial atau sangat penting dibanding elemen yang

lainnya






7
Elemen yang satu benar-benar lebih penting dari yang lain




9
Elemen yang satu mutlak lebih penting dibanding elemen yang lain




2, 4, 6, 8
Nilai tengah diantara dua penilaian berurutan




Kebalikan
Jika aktivitas I mendapat satu angka dibandingkan dengan aktivitas j,

maka j memiliki nilai kebalikannya dibandingkan dengan i







Matrik Perbandingan Berpasangan

Matrik  perbandingan  berpasangan  dilakukan  untuk  penilaian  perbandingan  antara  satu

kriteria dengan kriteria yang lain, yaitu kriteria fasilitas dengan kriteria biaya, kriteria fasilitas dengan kriteria kualitas dan kriteria biaya dengan kriteria kualitas. Hasil penilaian ada pada tabel 1.1.







Tabel 1.2 Matrik Perbandingan Berpasangan

KRITERIA
Fasilitas
Biaya
Kualitas




Fasilitas
1
2
3




Biaya
0,5
1
4




Kualitas
0,33
0,25
1









JUMLAH
1,83
3,25
8












   
Tabel 1.2 menunjukkan :

Perbandingan berpasangan untuk kriteria fasilitas, biaya dan kualitas. Untuk perbandingan dengan kriteria yang sama akan bernilai 1 karena keduanya sama penting. Untuk kriteria fasilitas dengan kriteria biaya bernilai 2 artinya bahwa kriteria biaya sedikit lebih penting dari kriteria fasilitas. Kriteria fasilitas dengan kriteria kualitas bernilai 3 artinya bahwa kriteria kualitas lebih penting dari kriteria fasilitas. Kriteria biaya dengankriteria kualitas bernilai 4 artinya kriteria biaya dan kriteria kualitas sama pentingnya tetapi lebih penting kualitas.


Matrik Nilai Kriteria

Pertimbangan-pertimbangan terhadap perbandingan berpasangan disintesis untuk memperoleh keseluruhan prioritas. Hal-hal yang dilakukan dalam langkah ini adalah :

a.    Menjumlahkan nilai-nilai dari setiap kolom matrik

b.   Membagi setiap nilai dari kolom dengan total kolom yang bersangkutan untuk memperoleh normalisasi matrik.

c.    Menjumlahkan nilai-nilai dari setiap baris dan memb ginya dengan jumlah elemen untuk mendapat nilai rata-rata.

Tabel 1.3 Matrik Nilai Kriteria

KRITERIA
Fasilitas
Biaya
Kualitas
Jumlah
Prioritas






Fasilitas
0,545
0,615
0,375
1,536
0,512






Biaya
0,273
0,308
0,500
1,080
0,360






Kualitas
0,182
0,077
0,125
0,384
0,128







Pada matrik ini kolom fasilitas dan baris fasilitas 0,545 didapatkan dari nilai kolom fasilitas baris fasilitas dibagi dengan nilai baris jumlah dan kolom fasilitas pada tabel 3.2, proses ini dikerjakan sampai pada kolom kualitas baris kualitas. Sedangkan jumlah merupakan penjumlahan dari 0,545 + 0,615 + 0,375. Untuk nilai pada kolom prioritas diperoleh dari nilai pada kolom jumlah dibagi dengan jumlah kriteria, dalam penelitian ini ada 3 kriteria.

3.7.      Matrik Penjumlahan Setiap Baris

Matrik penjumlahan setiap baris didapatkan dari perkalian nilai prioritas pada tabel 1.3 dengan matrik perbandingan berpasangan pada tabel 1.2




Tabel 1.4 Matrik Penjumlahan Setiap Baris

KRITERIA
Fasilitas
Biaya
Kualitas
Jumlah





Fasilitas
0,512
1,024
1,536
3,072





Biaya
0,256
0,512
2,048
2,816





Kualitas
0,171
0,128
0,512
0,811





Nilai 0,512 pada baris fasilitas kolom fasilitas didapat dari nilai prioritas tertinggi yang ada pada tabel 3.3 dikalikan dengan nilai baris fasilitas kolom fasilitas pada tabel 3.2. Nilai 0,256 pada baris biaya kolom fasilitas didapat dari nilai prioritas tertinggi yang ada pada tabel 3.3 dikalikan dengan nilai baris biaya kolom fasilitas pada tabel 3.2. Nilai 0,171 pada baris kualitas kolom fasilitas didapat dai nilai prioritas tertinggi yang ada pada tabel 3.3 dikalikan dengan nilai baris biaya kolom fasilitas pada tabel 3.2. Nilai 1,024 pada baris fasilitas kolom biaya didapat dari nilai prioritas tertinggi yang ada pada tabel 3.3 dikalikan dengan nilai baris fasilitas kolom biaya pada tabel 3.2.Proses perhitungan tersebut dilakukan sampai pada nilai 0,512 pada baris kualitas kolom kualitas. Sedangkan kolom jumlah pada tabel 3.4 diperoleh dengan menjumlahkan nilai pada masing-masing baris pada tabel tersebut. Seperti 3,072 pada kolom jumlah adalah hasil penjumlahan dari 0,512 + 1,024 + 1,536.

Rasio Konsistensi

Perhitungan ini digunakan untuk memastikan bahwa nilai rasio konsistensi (CR) <= 0,1. Jika nilai CR > 0,1 maka matrik perbandingan berpasangan harus dihitung ulang.

Tabel 1.5
Matrik Rasio Konsistensi








Jml/baris
Prioritas
Hasil





Fasilitas

3,072
0,512
3,584





Biaya

2,816
0,360
3,176





Kualitas

0,811
0,128
0,938








Jumlah
7,698






Kolom jumlah per baris diperoleh dari kolom jumlah pada tabel 1.4, sedangkan kolom prioritas diperoleh dari kolom prioritas pada tabel 3.3.

Dari tabel 3.5 diperoleh nilai-nilai :

Jumlah (jumlah dari nilai-nilai hasil) : 7,698 n (jumlah kriteria) : 3

λ maks (jumlah/n) : 2,566 CI ((λ maks-n)/n) : -0,145 CR (CI/IR) : -0,249




Dari perhitungan di atas hasilkan nilai CR < 0,1, sehingga perhitungan rasio konsistensi tersebut bisa diterima.

Untuk perhitungan sub kriteria dari masing-masing kriteria dilakukan dengan cara yang sama seperti menghitung kriteria yaitu menghitung perbandingan berpasangan, menghitung matrik nilai kriteria, menjumlahkan setiap baris dan menentukan rasio konsistensinya, kemudian langkah selanjutnya yaitu menghitung hasil.

Menghitung Hasil

Prioritas hasil perhitungan pada langkah sebelumnya kemudian dituangkan dalam matrik

hasil yang ada pada tabel 1.6.

Nilai 0.512 pada kolom fasilitas, 0.360 pada kolom biaya, 0.128 pada kolom kualitas diperoleh dari tabel 3.3 kolom prioritas.

Nilai 1.000 pada baris memadai kolom fasilitas, 0.384 pada baris kurang memadai kolom fasilitas dan 0.439 pada baris tidak memadai kolom fasilitas diperoleh dari perhitungan sub kriteria fasilitas.

Nilai 1.000 pada baris mahal kolom biaya, 0.806 pada baris sedang kolom biaya dan 0.335 baris murah kolom biaya diperoleh dari perhitungan sub kriteria biaya.

Nilai 1.000 pada baris baik kolom kualitas, 0.806 pada baris cukup kolom kualitas dan 0.329 pada baris buruk kolom kualitas diperoleh dari perhitungan sub kriteria fasilitas.

Tabel 1.6Matrik Hasil

FASILITAS
BIAYA
KUALITAS



0,512
0,360
0,128






Memadai
Mahal
Baik



1,000
1,000
1,000






Kurang Memadai
Sedang
Cukup



0,384
0,806
0,581






Tidak Memadai
Murah
Buruk



0,439
0,335
0,329




Seandainya diberikan data nilai dari 5 sekolah tinggi komputer, maka hasil akhirnya sebagai berikut :




Tabel 1.7 Matrik Contoh Sekolah Tinggi Komputer Yang Akan Dipilih

Sekolah tinggi komputer
Fasilitas
Biaya
Kualitas




A
Memadai
mahal
Baik




B
Kurang Memadai
Sedang
Baik




C
Tidak Memadai
Murah
Cukup




D
Memadai
Sedang
Baik




E
Tidak Memadai
mahal
Cukup





Data pada tabel 1.7 maka dapat diberikan bobot nilai berdasarkan nilai pada tabel 1.17 sehingga hasilnya dituangkan pada tabel 1.8 sebagai berikut :

Tabel 1.8 Matrik Pemilihan Sekolah Tinggi Komputer

Sekolah tinggi kompurter
Fasilitas
Biaya
Kualitas
Total





A
0,512
0,360
0,128
1,000





B
0,197
0,290
0,128
0,615





C
0,225
0,121
0,074
0,420





D
0,512
0,290
0,128
0,930





E
0,225
0,360
0,074
0,659






Nilai 0.512 pada kolom fasilitas baris A diperoleh dari nilai sekolah tinggi komputer A untuk fasilitas, yaitu memadai dengan prioritas 1.000 (tabel 3.6) dikalikan dengan prioritas fasilitas sebesar 0.512 (tabel 3.6).

Nilai 0.197 pada kolom fasilitas baris B diperoleh dari nilai perguruan tinggi komputer swasta B untuk fasilitas, yaitu kurang memadai dengan prioritas 0.384 dikalikan dengan prioritas fasilitas sebesar 0.512.

Nilai 0.225 pada kolom fasilitas baris C diperoleh dari nilai perguruan tinggi komputer swasta C untuk fasilitas, yaitu tidak memadai dengan prioritas 0.439 dikalikan dengan prioritas fasilitas sebesar 0.512.

Nilai 0.360 pada kolom biaya baris A diperoleh dari nilai perguruan tinggi komputer swasta A untuk biaya, yaitu mahal dengan prioritas 1.000 dikalikan dengan prioritas biaya sebesar 0.360. Nilai 0.290 pada kolom biaya baris B diperoleh dari nilai perguruan tinggi komputer swasta B untuk biaya, yaitu sedang dengan prioritas 0.806 dikalikan dengan prioritas biaya sebesar 0.360. Nilai 0.121 pada kolom biaya baris C diperoleh dari nilai perguruan tinggi komputer swasta C untuk biaya, yaitu murah dengan prioritas 0.335dikalikan dengan prioritas biaya sebesar 0.360. Nilai 0.128 pada kolom kualitas baris A diperoleh dari nilai perguruan tinggi komputer swasta A untuk kualitas, yaitu baik dengan prioritas 1.000dikalikan dengan prioritas kualitas sebesar 0.128. Nilai 0.128 pada kolom kualitas baris B diperoleh dari nilai perguruan tinggi komputer swasta B untuk kualitas, yaitu baikdengan prioritas 1.000 dikalikan dengan prioritas kualitas sebesar 0.12



Nilai 0.074 pada kolom kualitas baris C diperoleh dari nilai perguruan tinggi komputer swasta C untuk kualitas, yaitu cukup dengan prioritas 0.581dikalikan dengan prioritas kualitas sebesar 0.128.

Kolom total pada tabel 1.8 diperoleh dari penjumlahan pada masing-masing barisnya. Nilai total ini digunakan untuk merangking perguruan tinggi komputer swasta yang yang direkomendasikan. Semakin besar nilai yang didapat maka semakin besar prioritas untuk disarankan.

Tabel 1.9 Hasil Akhir

A
Sekolah tinggi komputer A


B
Sekolah tinggi komputer B


C
Sekolah tinggi komputer C


D
Sekolah tinggi komputer D


E
Sekolah tinggi komputer E



KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan


Dari  hasil  perhitungan  contoh  kasus  di  atas   maka  disimpulkan  bahwa  sekolah  tinggi

komputer A yang layak untuk dipilih berdasarkan metode AHP dengan penilaian fasilitas yang memadai, biaya mahal dan kualitas baik.

Aplikasi AHP untuk pemodela SPK pemilihan sekolah tinggi komputer dapat menghasilkan pengambilan keputusan yang rasional dan optimal.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar